ANDAI MUNGKIN SANG BAYU BERBICARA
BISA AKU BERLIPUR-LARA DONGENGAN KITA
TATKALA REMBULAN MENERANGI CAHAYA KASIH
DALAM DIAM BERTAUT UTUH MENJALIN KEMESRAAN
ANDAI MUNGKIN SANG AWAN MENARI
AKAN KUPERSEMBAH GEMALAI TARIMU DI SINGGAHSANA
TATKALA BEBURUNG BERSIUL RIANG TERPESONA
BISA KUNYANYIKAN BALADA RINDU DI KALBU
ANDAI MUNGKIN SANG OMBAK DITEMPA
BISA KUDIRIKAN MAHLIGAI JERNIH KEPADAMU
TATKALA LIUK LINTUK IKAN MENARI-NARI
AKAN KULAFAZ BICARA CINTA BUATMU TERISTIMEWA
ANDAI SEMUA ITU BISA TERJADI
ANDAI SEGALA-GALANYA SEINDAH FANTASI
ANDAI AKU MAMPU MENCURAH CINTA YANG TERPERAM
ANDAI SUATU TIKA AKU KETEMU AKAN DIRIMU
TITIS JERNIH MUTIARA DINGIN SUBUH
GUGURNYA MEMBAWA SERIBU SATU MAKNA
SAHUTAN AYAM SAMBUNG MENYAMBUNG KERIANGAN
GEMERSIH ALUNAN MENYERU KEBANGKITAN INSANI
HEMBUS BAYU PAGI TERASA KEDINGINANNYA
AKU TERCATUK DI MUKA PINTU
MERENUNG JAUH KEGELAPAN PAGI
SILIH BERGANTI NYANYIAN BEBURUNG
SATU PERSATU INSANI MULAI HIDUP
DERUMAN JERNIH ALIRAN MUTIARA LANGIT
MENYEGAR KELAYAUAN YANG MENGHIMPIT DIRI
MEMBERI NAFAS BARU MENEROKAI KEHIDUPAN
DI BALIK SIULAN BEBURUNG KELAPARAN
AKU BERTELAKU SUJUD MENGHADAPNYA
ALUNAN WIRID DAN DOA KESYAHDUAN
MENGISI KEKOSONGAN TERBUKU DI KALBU
SENYUM DAN TAWA PENGUBAT LARA
TIKA MANA KESUMA KEDUKAAN
AKU BERBICARA BERSAMA SUKMAKU
AKAN APA SALAH DAN SILAPKU
APA MUNGKIN AKU PERBETULKAN DIRI?
ADA MUNGKIN AKU TERSILAP LANGKAH?
APA MUNGKIN AKU BICARA KOTOR?
ATAU MUNGKIN AKU KURANG WASPADA?
2 Disember 2005 - tika mana syawal yang berkunjung tiba pada detik 3 November lalu mengundur diri. Walaupun akan berlalu pergi moga rohnya tetap hidup sepertimana hidupnya roh Ramadan. Sebulan Syawal yang lalu, terlalu banyak dongengan yang melayari perlusuran duniaku. Gegak gempita, hujan panas yang aku lalui…sudah pun reda…dan kini deruan pancaroba Zulkaedah meniti tiap detik dan ruang untuk aku tempuhi…dengan apa cara sekali pun.
Walaubagaimana pun, setidak-tidaknya, Syawal lalu sedikit sebanyak meninggalkan 1001 kenangan buatku. Biarlah ianya penambah koleksi kenangan yang sedia ada agar aku bisa mengenal susur galurku agar tiada aku tersimpang jauh dan kacang melupai kulitnya. Minta bangat aku dijauhkan perkara sedemikian..aku tidak bisa merobohkan mahligai indah yang terancang binanya sekian lama. Biarlah ia cuma mainan mimpi semata-mata, bukan realiti suatu kenyataan.
Aku bersyukur dengan apa yang aku nikmati selama ini hinggalah sekarang dan yang akan mendatang. Aku yakih benar akan segala-galanya adalah ketentuan dan pemberian Illahi. Moga segala-galanya diperpanjangkan dan diberkati serta bertambah-tambah hendaknya. Paling utama, aku perlu jaga dan perhalusi 5 yang utama itu. Kerna 5 yang utama itu wajib disempurnakan walau apa kondisi sekali pun. Ya…aku harus pegang 5 itu sekuat dan seutuh mungkin agar tiba biasa ianya lolos dari diriku. Siapa mungkin mengerti apa akan terjadi kepadaku tika yang 5 itu tiada bersamaku…moga disatukan hatiku oleh Illahi.
Pikirku….sudah empuk kiranya aku menoktahi penyampaianku buat kali ini di sini. Aku bilang aku jua harus merenungi diri tentang perilakuku…agar aku menjadi aku yang lebih molek. Aku pikir…pastinya jika seseorang itu mendalami perilakunya akan pasti merobah silapnya dan menjadi seseorang yang lebih molek dari sebelumnya. Harap bangat aku melihat perubahan dalam diriku dan teman-teman sekalian. Aku cuma betah berkata-kata sebegini, enggak bisa menutur bicara seandainya….aku pasti ini adalah kebetahanku dan aku akan terus membetahinya sebegini…..